Faktanusantararaya.com, Kampar Kiri – Semangat silaturahmi Hari Raya Idul Fitri 1447 H belum sepenuhnya surut, namun kenyataan ekonomi pasca lebaran mulai terasa oleh sebagian besar masyarakat. Pengeluaran yang melonjak selama momen lebaran, ditambah harga kebutuhan pokok yang masih berfluktuasi, menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga-keluarga di wilayah Kampar Kiri. Menyadari kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Ketahanan Pangan hadir dengan solusi nyata — menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bertempat di Halaman Kantor Lurah Lipat Kain, Kecamatan Kampar Kiri.
Kehadiran program ini disambut dengan antusias luar biasa oleh warga setempat. Sejak pagi hari, ratusan warga dari berbagai penjuru Kampar Kiri berdatangan memadati area kegiatan, membawa kantong belanja, berdesakan antre dengan penuh semangat demi mendapatkan bahan pangan pokok berkualitas dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding harga pasaran. Pemandangan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kehadiran program seperti ini sungguh dinantikan dan dibutuhkan oleh masyarakat.
Gerakan Pangan Murah kali ini menghadirkan berbagai komoditas kebutuhan pokok yang menjadi tulang punggung dapur rumah tangga masyarakat sehari-hari. Berdasarkan laporan dari Kepala Bidang Distribusi, Cadangan dan Harga Pangan Hery Jaswadi, SE yang mewakili Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T melalui Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dr. Yuli Usman, M.Ag, komoditi yang disediakan pada kegiatan hari ini meliputi:
- Minyak Goreng merek Minyakita sebanyak 480 liter
- Beras SPH sebanyak 500 Kg
- Telur sebanyak 50 papan
- Mie Instan sebanyak 12 karton
- Gula Pasir sebanyak 60 Kg
- Serta berbagai komoditi pangan lainnya
Komoditas-komoditas tersebut ditawarkan dengan harga di bawah harga pasar, sehingga masyarakat dapat berhemat secara signifikan dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga mereka. Di tengah tekanan ekonomi pasca lebaran yang masih dirasakan banyak keluarga di Kampar Kiri, kehadiran program ini ibarat oase di tengah padang yang gersang — memberikan napas lega bagi mereka yang paling membutuhkan.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa transaksi berlangsung dengan cepat dan tertib. Antrian pembeli terus bergantian tanpa henti sejak stan dibuka. Beras, minyak goreng, telur, dan gula menjadi incaran utama warga yang datang bersemangat. Tingginya perputaran pembeli ini secara gamblang memperlihatkan betapa besar kebutuhan masyarakat terhadap program stabilisasi harga yang dihadirkan oleh pemerintah, khususnya di wilayah Kampar Kiri yang selama ini kerap merasa kurang terjangkau oleh berbagai program bantuan langsung.
Rasa syukur dan terima kasih yang mendalam terpancar jelas dari wajah Lurah Lipat Kain Andi Sukma, S.Pi yang mewakili suara masyarakat Kampar Kiri dalam menyambut kegiatan ini. Dengan penuh ketulusan, ia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Kampar, khususnya Tim Gerakan Pangan Murah Dinas Ketahanan Pangan yang telah bersedia hadir langsung ke wilayah Kampar Kiri.
Bagi Andi Sukma, kehadiran program ini bukan hanya soal harga pangan yang lebih murah, tetapi juga tentang rasa diperhatikan dan dihargai sebagai bagian dari keluarga besar Kabupaten Kampar. Ia mengungkapkan bahwa antusias warga yang luar biasa hari ini adalah bukti nyata betapa besar kerinduan masyarakat Kampar Kiri terhadap program-program yang benar-benar menyentuh kehidupan mereka.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Kampar, khususnya Tim Gerakan Pangan Murah Dinas Ketahanan Pangan yang telah hadir hari ini di daerah kami. Melihat antusias masyarakat yang berbelanja, kami berharap agar kegiatan ini diagendakan kembali untuk masyarakat Kampar Kiri. Jangan sekali ini saja — kami membuka tangan lebar untuk kehadiran program kegiatan ini,” pungkas Andi Sukma dengan penuh harap.
Pernyataan Lurah Lipat Kain tersebut seolah menjadi suara kolektif ribuan warga Kampar Kiri yang selama ini berjuang keras meringankan beban ekonomi keluarga mereka. Harapan agar Gerakan Pangan Murah menjadi agenda rutin di wilayah ini pun bergema kuat dan menjadi pesan penting yang harus didengar oleh para pemangku kebijakan.
Di sela-sela kesibukannya, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kampar Eko Sutrisno, S.Sos menyempatkan diri hadir langsung mengunjungi stan Gerakan Pangan Murah. Kehadirannya bukan sekadar formalitas — ia berbaur langsung bersama warga, melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana program ini disambut dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Eko Sutrisno menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Kampar, Perum Bulog KC Kampar, serta para pelaku UMKM yang telah turut serta mendukung dan mensukseskan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, Bulog, dan UMKM lokal dalam kegiatan ini adalah model sinergi yang patut dicontoh dan dikembangkan lebih lanjut.
Lebih dari sekadar apresiasi, Eko Sutrisno juga menyampaikan pandangan strategisnya tentang dampak jangka panjang dari program ini. Menurutnya, Gerakan Pangan Murah memiliki potensi besar tidak hanya sebagai alat bantu jangka pendek bagi masyarakat, tetapi juga sebagai instrumen kebijakan yang efektif dalam menekan angka inflasi di tingkat daerah.
“Dengan adanya kegiatan ini, saya yakin dapat menurunkan angka inflasi di daerah kita sekaligus membantu masyarakat dalam meningkatkan roda kehidupannya. Inilah aksi nyata kehadiran pemerintah kepada masyarakatnya. Namun dengan syarat, kegiatan ini harus dilaksanakan secara masif dan berkesinambungan,” tegasnya dengan penuh keyakinan.
Tak berhenti di situ, Eko Sutrisno bahkan berkomitmen secara pribadi untuk memperjuangkan keberlangsungan program ini melalui mekanisme kelembagaan yang ada. Ia menegaskan bahwa dirinya akan mendorong secara aktif di ruang DPRD agar Gerakan Pangan Murah mendapatkan perhatian lebih serius dan menjadi atensi prioritas bagi kepala daerah.
“Ke depan, saya juga akan berupaya mendorong di ruang DPRD agar kegiatan Gerakan Pangan Murah ini lebih diperhatikan dan menjadi atensi bagi kepala daerah,” tutup Eko Sutrisno dengan penuh tekad.
Komitmen wakil rakyat ini tentu menjadi angin segar bagi masyarakat Kampar Kiri yang selama ini mendambakan hadirnya program-program pemerintah yang tidak hanya sesekali datang, tetapi hadir secara konsisten dan terencana sebagai bagian dari upaya nyata meringankan beban ekonomi masyarakat.
Mewakili Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T, Kepala Bidang Distribusi, Cadangan dan Harga Pangan Hery Jaswadi, SE menegaskan bahwa penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah di Lipat Kain hari ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Pemerintah Kabupaten Kampar dalam menjaga stabilitas harga pangan dan melindungi daya beli masyarakat, terutama kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap gejolak harga.
Hery Jaswadi menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar tidak akan berpangku tangan di saat masyarakat membutuhkan. Pemantauan harga dan kebutuhan pangan masyarakat akan terus dilakukan secara aktif dan berkelanjutan, sehingga setiap intervensi yang dilakukan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh warga di lapangan.
“Pemerintah Kabupaten Kampar berkomitmen untuk terus memantau perkembangan harga dan kebutuhan masyarakat, sehingga intervensi yang dilakukan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” ungkap Hery Jaswadi.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal positif bahwa Gerakan Pangan Murah bukan program yang lahir dan mati begitu saja, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam membangun ketahanan pangan yang kokoh di Kabupaten Kampar secara menyeluruh.
Gerakan Pangan Murah di Lipat Kain, Kecamatan Kampar Kiri ini memang tampak sederhana dari luar. Namun di balik deretan stan berisi beras, minyak goreng, telur, dan gula itu, tersimpan makna yang jauh lebih dalam. Ini adalah wajah nyata kehadiran negara di tengah-tengah rakyatnya — hadir tidak hanya saat panen raya atau di atas panggung seremonial, tetapi justru di saat masyarakat paling membutuhkan, di gang-gang sempit kehidupan sehari-hari.
Bagi ribuan warga Kampar Kiri yang hari ini pulang membawa bahan pangan dengan harga lebih murah, program ini bukan hanya soal angka di struk belanja. Ini adalah tentang harapan, tentang rasa percaya bahwa pemerintah mereka peduli, dan tentang keyakinan bahwa hari esok akan sedikit lebih ringan dari hari ini.
Semoga Gerakan Pangan Murah ini benar-benar menjadi program yang konsisten, masif, dan menjangkau seluruh pelosok Kabupaten Kampar — karena setiap rupiah yang bisa dihemat oleh keluarga-keluarga di Kampar Kiri adalah langkah kecil namun berarti menuju kehidupan yang lebih sejahtera dan bermartabat. (Adv)