Tanggapan Ketua DPRD Kampar terhadap Isu Kerusakan Lingkungan:”Menjaga Alam Adalah Amanah, Bukan Pilihan”

Ahmad Taridi Tegaskan Komitmen DPRD Kampar Dukung Pelestarian Lingkungan

Faktanusantararaya.com, KAMPAR — Di tengah semakin mengkhawatirkannya isu kerusakan lingkungan hidup di berbagai daerah, Ketua DPRD Kabupaten Kampar, H. Ahmad Taridi, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa persoalan lingkungan bukan hal yang bisa dianggap sepele, dan DPRD Kampar memiliki tanggung jawab moral sekaligus kelembagaan untuk turut mengambil sikap nyata dalam mendorong pelestarian alam.

Sikap tegas tersebut disampaikan Ahmad Taridi saat menerima audiensi Ketua Komunitas Pecinta Lingkungan (KPL) Kabupaten Kampar, Adi Jondri Putra, bersama panitia pelaksana kegiatan penghijauan sinergitas KPL Kampar dan Penyuluh Agama KUA Kecamatan Salo, di ruang kerjanya, Selasa (2/6/2026). Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban ini menjadi wadah penting untuk menyuarakan keprihatinan bersama atas kondisi lingkungan sekaligus merumuskan langkah nyata yang bisa dilakukan.

Kerusakan Lingkungan: Alarm yang Tak Boleh Diabaikan

Ahmad Taridi mengakui bahwa kerusakan lingkungan telah menjadi isu yang kian mendesak di Kabupaten Kampar. Alih fungsi lahan, penebangan liar, pencemaran sungai, hingga berkurangnya tutupan hijau di berbagai wilayah merupakan persoalan yang tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Ia menilai bahwa kondisi ini merupakan akibat dari lemahnya kesadaran kolektif masyarakat dalam memandang alam sebagai sebuah amanah, bukan sekadar sumber daya yang bisa dieksploitasi.

“Alam dan lingkungan harus kita jaga untuk masa depan anak cucu kita. Kita tidak boleh mewariskan bumi yang rusak kepada generasi yang akan datang,” ujar Ahmad Taridi dengan penuh keyakinan.

Menurutnya, persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu pihak. Pemerintah daerah, termasuk lembaga legislatif seperti DPRD, harus hadir dan aktif berkontribusi dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan. Namun demikian, keterlibatan masyarakat, komunitas, dan berbagai elemen sipil menjadi tulang punggung yang tidak bisa diabaikan.

DPRD Kampar Tegaskan Keberpihakan terhadap Isu Lingkungan

Sebagai Ketua DPRD Kabupaten Kampar, Ahmad Taridi menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya tidak akan tinggal diam menghadapi isu kerusakan lingkungan. DPRD Kampar berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi, baik melalui fungsi legislasi dengan mendorong lahirnya regulasi yang melindungi lingkungan, fungsi anggaran dengan memastikan alokasi yang memadai bagi program pelestarian alam, maupun fungsi pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan yang berpotensi merusak ekosistem.

“Kami akan selalu mendukung program-program lingkungan sesuai dengan kapasitas kami yang diamanahkan oleh masyarakat. Ini bukan sekadar janji politik, ini adalah tanggung jawab moral yang kami emban bersama,” tegasnya.

Taridi juga menekankan bahwa upaya pelestarian lingkungan harus menjadi bagian dari agenda pembangunan yang terintegrasi, bukan program musiman yang hanya muncul ketika ada sorotan media. Ia mendorong agar setiap kebijakan pembangunan di Kabupaten Kampar ke depan mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan secara serius.

Ekoteologi: Jembatan antara Iman dan Kepedulian Lingkungan

Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Taridi juga memberikan apresiasi atas pendekatan inovatif yang diusung oleh KPL Kampar bersama Penyuluh Agama KUA Kecamatan Salo, yakni memadukan gerakan penghijauan dengan program ekoteologi yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia. Ia menilai pendekatan berbasis keagamaan ini sangat relevan dan efektif dalam membangun kesadaran masyarakat.

Menurut Taridi, pendekatan keagamaan dalam isu lingkungan justru menyentuh lapisan terdalam dari kesadaran manusia. Ketika menjaga alam dikaitkan dengan kewajiban spiritual dan amanah kepada Tuhan, maka motivasi untuk bertindak menjadi jauh lebih kuat dibandingkan sekadar imbauan administratif.

“Gerakan penghijauan yang dipadukan dengan nilai-nilai keagamaan adalah langkah yang sangat tepat. Menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah dan bentuk syukur kita atas nikmat alam yang diberikan Allah kepada kita,” ungkap Ahmad Taridi.

Penghijauan di Desa Salo: Aksi Nyata dari Sinergi Komunitas

Salah satu wujud konkret dari komitmen tersebut adalah kegiatan penghijauan yang akan dilaksanakan di Desa Salo pada awal Juli 2026 mendatang. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara KPL Kampar, Penyuluh Agama KUA Kecamatan Salo, pemerintah daerah, kalangan dunia usaha, serta masyarakat setempat.

Sekretaris panitia kegiatan, Riki Arpandi, didampingi Emi Marlina dan Nurfitri, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan penuh yang diberikan Ketua DPRD Kampar terhadap rencana kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan dari pimpinan legislatif daerah menjadi suntikan semangat yang sangat berarti bagi seluruh panitia dan komunitas.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar menanam pohon, tetapi juga menjadi media edukasi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual,” jelas Riki.

Riki juga menegaskan bahwa seluruh arahan dan masukan yang diberikan oleh Ahmad Taridi dalam audiensi tersebut akan menjadi pedoman bagi panitia dalam menyukseskan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat itu. “Masukan dan saran dari Ketua DPRD Kampar akan menjadi perhatian bagi kami guna memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Sinergi untuk Bumi yang Lebih Lestari

Ahmad Taridi menutup pertemuan tersebut dengan pesan yang kuat: bahwa kerusakan lingkungan adalah masalah nyata yang membutuhkan respons nyata. DPRD Kampar siap menjadi mitra strategis bagi komunitas, penyuluh agama, dan seluruh elemen masyarakat yang berjuang untuk masa depan lingkungan yang lebih baik.

Ia menegaskan bahwa tantangan lingkungan hari ini adalah tanggung jawab semua pihak. Melalui sinergi yang solid antara komunitas lingkungan, penyuluh agama, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat luas, ia yakin Kabupaten Kampar dapat menjadi contoh daerah yang berhasil menyeimbangkan pembangunan dengan kelestarian alam.

“Gerakan menanam pohon hari ini adalah investasi terbaik untuk kehidupan anak cucu kita esok hari. Mari kita jaga bumi ini bersama-sama, karena menjaga alam adalah bagian dari amanah yang harus kita wariskan kepada generasi mendatang,” pungkas Ahmad Taridi penuh semangat. (adv)

Comments (0)
Add Comment