Fakta Nusantara Raya
Portal Berita Fakta Nusantara Raya

Gerak Nyata untuk Kesehatan Masyarakat Kampar! Ketua Pembina Posyandu Ny. Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar Serukan Transformasi Besar: 6 Standar Pelayanan Minimal Harus Hadir di Setiap Posyandu!

0 4

Faktanusantararaya.com, Bangkinang Kota – Sebuah tekad besar untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih merata, lebih berkualitas, dan lebih menyentuh kehidupan masyarakat Kampar hingga ke pelosok-pelosoknya kembali disuarakan dengan lantang. Bertempat di Ballroom Stanum Park, pada Selasa 7 April 2026, Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Kampar, Ny. Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, memimpin langsung agenda koordinasi strategis bersama Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kampar — sebuah pertemuan penting yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan kesehatan masyarakat dalam satu ruangan, dengan satu visi yang sama: mewujudkan Kampar yang sehat, sejahtera, dan berdaya.

Suasana pertemuan terasa serius namun penuh semangat. Para pengurus Tim Pembina Posyandu, para Camat, Kepala Puskesmas, serta perwakilan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) duduk bersama, siap menerima arahan dan merumuskan langkah nyata demi peningkatan kualitas layanan kesehatan yang dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Kampar.

Dalam arahannya yang tegas dan penuh visi, Ny. Tengku Nurheryani menyampaikan pesan yang menjadi inti dari seluruh pertemuan hari ini — bahwa sudah saatnya paradigma lama tentang Posyandu harus diubah secara mendasar dan menyeluruh. Posyandu tidak lagi bisa dipandang sebatas tempat menimbang bayi dan membagikan vitamin semata. Posyandu adalah institusi pemberdayaan masyarakat terdepan, ujung tombak pelayanan kesehatan dasar yang menjangkau seluruh siklus kehidupan manusia dari lahir hingga usia senja.

Konsep Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) yang kini menjadi arah baru pengembangan Posyandu di Indonesia menegaskan bahwa layanan kesehatan harus hadir untuk semua — ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, dewasa, hingga lansia. Tidak ada satu pun fase kehidupan yang boleh terlewat tanpa sentuhan layanan kesehatan yang layak dan berkualitas.

“Hari ini kita berkumpul dengan satu visi besar: memperkuat Posyandu. Kita semua menyadari bahwa Posyandu adalah institusi pemberdayaan masyarakat terkecil yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan dasar maupun pelayanan publik lainnya,” ujar Ny. Tengku Nurheryani dengan penuh keyakinan di hadapan seluruh peserta yang menyimak dengan seksama.

Pernyataan ini bukan sekadar retorika. Di balik kata-kata tersebut tersimpan keprihatinan mendalam sekaligus optimisme besar dari seorang pemimpin yang memahami betul bahwa kesehatan masyarakat adalah fondasi dari segala bentuk pembangunan. Tidak ada ekonomi yang kuat tanpa masyarakat yang sehat. Tidak ada generasi penerus yang cerdas tanpa tumbuh kembang yang terjaga dengan baik sejak dini.

Sorotan utama dalam pertemuan strategis ini adalah kondisi implementasi 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di seluruh Posyandu yang tersebar di Kabupaten Kampar. Ny. Tengku Nurheryani dengan tegas menyampaikan bahwa meskipun program 6 SPM ini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, implementasinya di lapangan belum berjalan secara optimal sebagaimana yang diharapkan.

Bagi Ny. Tengku Nurheryani, ini adalah tantangan serius yang tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Enam standar pelayanan minimal ini dirancang bukan tanpa alasan — ia adalah instrumen kebijakan yang telah dirumuskan secara cermat untuk memastikan bahwa setiap warga Kampar, di mana pun mereka berada, mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan dasar yang setara dan berkualitas.

Dengan nada yang tegas namun penuh harap, Ny. Tengku Nurheryani meminta komitmen nyata dan serius dari seluruh pemangku kepentingan yang hadir. Tidak ada lagi ruang untuk penundaan, tidak ada lagi toleransi untuk implementasi setengah hati. Saatnya seluruh elemen bergerak bersama dengan langkah yang pasti dan terukur.

“Saya meminta seluruh pengurus Tim Pembina Posyandu Kabupaten, seluruh Camat, serta Kepala Puskesmas agar bersinergi mewujudkan 6 SPM ini pada setiap layanan Posyandu,” tegasnya dengan penuh otoritas.

Seruan ini adalah panggilan kepada seluruh jajaran yang terlibat untuk tidak hanya hadir secara fisik dalam pertemuan-pertemuan koordinasi, tetapi hadir secara nyata di lapangan — memastikan bahwa setiap Posyandu di Kabupaten Kampar benar-benar berfungsi sesuai standar, memberikan layanan kesehatan yang masyarakat butuhkan dan berhak dapatkan.

Pertemuan koordinasi strategis di Ballroom Stanum Park ini bukan sekadar ajang berkumpul dan mendengar arahan. Ia adalah forum kerja yang produktif dan berorientasi solusi, di mana seluruh peserta didorong untuk aktif berkontribusi dalam mengidentifikasi tantangan nyata di lapangan serta merumuskan strategi yang lebih efektif dan dapat diimplementasikan secara konkret.

Ny. Tengku Nurheryani menekankan pentingnya menyelaraskan program dari berbagai OPD yang terlibat dalam ekosistem Posyandu, sehingga tidak ada tumpang tindih program yang membuang energi dan sumber daya, dan tidak ada celah layanan yang terlewat tanpa penanganan. Sinergi antar OPD bukan pilihan — ia adalah keharusan yang tidak bisa ditawar jika ingin mewujudkan Kampar yang benar-benar sehat.

Lebih dari itu, Ny. Tengku Nurheryani juga mendorong dengan kuat agar seluruh tim menyusun rencana kerja yang komprehensif dan berkelanjutan untuk jangka waktu lima tahun ke depan. Perencanaan jangka panjang ini penting untuk memastikan bahwa program transformasi Posyandu tidak berjalan secara sporadis dan bergantung pada momentum tertentu, tetapi memiliki peta jalan yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya.

Di tengah kondisi efisiensi anggaran yang sedang dihadapi oleh hampir seluruh lini pemerintahan, Ny. Tengku Nurheryani menyampaikan pesan yang sangat penting dan menyegarkan. Keterbatasan anggaran bukanlah alasan untuk berhenti bergerak atau menurunkan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat.

Sebaliknya, era efisiensi ini adalah ujian sesungguhnya bagi seluruh pemangku kepentingan — apakah mereka mampu berinovasi, berkolaborasi lebih erat, dan mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk tetap menghadirkan layanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat Kampar. Inilah saatnya kreativitas, komitmen, dan gotong royong menjadi modal utama yang menggerakkan roda program kesehatan di daerah.

“Kita harapkan semua OPD berkontribusi sepenuh hati. Dengan perencanaan yang matang, meskipun di era efisiensi, kegiatan setiap tahapan tetap bisa berjalan dengan baik demi tercapainya masyarakat Kampar yang sehat dan sejahtera,” tutup Ny. Tengku Nurheryani dengan penuh optimisme dan semangat yang menular kepada seluruh peserta.

Hasil dari pertemuan koordinasi strategis di Bangkinang Kota ini diharapkan tidak berhenti di ruang ballroom. Seluruh rekomendasi, strategi, dan komitmen yang lahir dari pertemuan ini harus segera diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan — mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga ke setiap Posyandu di desa-desa terpencil sekalipun.

Tim Pembina Posyandu di tingkat kecamatan diharapkan dapat segera menyusun rencana kerja yang lebih terarah, spesifik, dan terukur, di bawah koordinasi penuh tim kabupaten yang dipimpin oleh Ny. Tengku Nurheryani. Karena pada akhirnya, seluruh upaya ini bermuara pada satu tujuan mulia yang tidak bisa ditunda — menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kampar, dari Bangkinang Kota hingga ke ujung-ujung wilayah yang paling jauh sekalipun.

Karena kesehatan bukan privilese — ia adalah hak setiap warga, dan mewujudkannya adalah tanggung jawab kita bersama. (Adv)

Leave A Reply

Your email address will not be published.