Fakta Nusantara Raya
Portal Berita Fakta Nusantara Raya

Eko Sutrisno Lantang di Festival Kreatif Lipat Kain: ‘Budaya Kita Jaga, Ekonomi Kreatif Kita Bangkitkan!’ — Momentum Bersejarah Kampar Kiri yang Tak Boleh Berhenti

0 3

Faktanusantararaya.com, Lipat Kain – Ada yang berbeda di halaman Kantor Lurah Lipat Kain pada Rabu, 8 April 2026. Udara pagi yang segar di Kecamatan Kampar Kiri seolah ikut bersemangat menyambut gelaran akbar yang telah lama dinantikan — Festival Kreatif Lipat Kain, sebuah perayaan budaya yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menggerakkan, menginspirasi, dan mempererat ikatan masyarakat Kampar Kiri dalam satu detak jantung yang sama.

Warna-warni pakaian adat, aroma kuliner khas Kampar, dentuman alat musik tradisional, dan semangat warga yang tumpah ruah memadati area festival menjadi pemandangan yang memukau dan mengharukan sekaligus. Di sinilah budaya hidup — bukan di museum, bukan di buku teks, tetapi di tengah-tengah masyarakat yang mencintai dan merayakannya dengan sepenuh hati.

Di antara deretan tokoh yang hadir, suara Anggota DPRD Kabupaten Kampar Eko Sutrisno, S.Sos terdengar paling lantang dan penuh keyakinan. Dalam sambutannya saat pembukaan festival, wakil rakyat yang dikenal dekat dengan masyarakat Kampar Kiri ini menegaskan dengan tegas bahwa pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif bukanlah dua hal yang bertolak belakang — keduanya adalah dua sisi dari keping mata uang yang sama, yakni kemajuan Kabupaten Kampar yang sejati.

Eko Sutrisno menyampaikan apresiasinya yang sebesar-besarnya kepada Kelurahan dan seluruh masyarakat Lipat Kain yang telah bersatu padu mewujudkan festival budaya yang luar biasa ini. Baginya, inisiatif masyarakat untuk secara mandiri menjaga dan merayakan warisan budaya mereka adalah sesuatu yang sangat langka dan patut mendapat penghargaan tertinggi.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan festival budaya yang digelar oleh Kelurahan dan masyarakat Lipat Kain dalam rangka menjaga dan melestarikan budaya Kampar, khususnya di Kecamatan Kampar Kiri,” ujar Eko Sutrisno dengan penuh kebanggaan.

Pernyataan ini bukan sekadar basa-basi protokoler. Di balik kata-kata tersebut tersimpan pengakuan tulus seorang wakil rakyat yang memahami betapa berharganya sebuah komunitas yang masih mau merawat identitas budayanya di tengah arus modernisasi yang kian deras mengalir.

Salah satu momen yang paling berkesan dalam pembukaan Festival Kreatif Lipat Kain adalah kehadiran langsung Bupati Kampar beserta seluruh rombongan. Bagi Eko Sutrisno, kehadiran pemimpin tertinggi Kabupaten Kampar di tengah-tengah masyarakat Lipat Kain bukan sekadar kehormatan seremonial — ia adalah sinyal kuat bahwa pemerintah daerah benar-benar serius dalam mendukung pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif di wilayah ini.

“Kami juga sangat mengapresiasi kehadiran Bupati Kampar dan seluruh rombongan yang sangat mendukung kegiatan pelestarian budaya di Kampar ini. Dengan kebersamaan ini, kita tentu berharap pelestarian budaya tentunya akan dapat terus kita lakukan,” tambah Eko Sutrisno dengan nada penuh harap.

Lebih jauh, Eko menekankan bahwa kehadiran pimpinan daerah di tengah masyarakat memiliki dampak psikologis dan motivasional yang luar biasa. Ketika seorang bupati hadir langsung, duduk bersama rakyat, menyaksikan pertunjukan budaya mereka, dan bertepuk tangan untuk karya-karya mereka — itu adalah energi yang tidak bisa dibeli dengan anggaran berapa pun.

“Kehadiran Bupati Kampar dan rombongan menjadi penyemangat dan inspirasi bagi masyarakat, sehingga berbagai kegiatan dalam rangka menyukseskan Festival Kreatif Lipat Kain dapat berjalan dengan sukses dan lancar,” ungkap Eko Sutrisno.

Dan memang terbukti demikian. Antusiasme warga yang luar biasa, semangat para peserta lomba yang membara, serta kemeriahan setiap sudut arena festival menjadi bukti nyata bahwa ketika pemerintah hadir dan rakyat merasa diperhatikan, maka tidak ada yang tidak mungkin untuk diwujudkan bersama.

Eko Sutrisno tidak berhenti pada apresiasi semata. Sebagai wakil rakyat yang berpikir jauh ke depan, ia juga menyampaikan analisis strategisnya tentang peran festival budaya dalam konteks pembangunan ekonomi daerah yang lebih luas dan berkelanjutan.

Menurutnya, festival seperti ini memiliki dampak berlipat yang jauh melampaui sekadar nilai hiburan. Festival Kreatif Lipat Kain adalah ekosistem ekonomi kreatif yang hidup dan bergerak — di mana para pelaku UMKM lokal mendapat panggung untuk unjuk gigi, produk-produk unggulan daerah mendapat exposure yang seluas-luasnya, dan potensi ekonomi yang selama ini tersembunyi di balik keindahan budaya Kampar Kiri mulai terungkap ke permukaan.

Para pelaku UMKM yang menggelar lapak di festival ini bukan hanya sekadar berdagang. Mereka sedang membangun merek, memperkenalkan produk, memperluas jaringan, dan membuktikan bahwa produk lokal Kampar Kiri mampu bersaing dan diminati. Dari kerajinan tangan berbahan rotan dan kayu khas Kampar, kuliner tradisional yang kaya rasa dan cerita, hingga produk-produk budaya bernilai seni tinggi — semuanya memiliki potensi ekonomi yang belum sepenuhnya tergali.

“Festival ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas sekaligus meningkatkan pendapatan ekonomi. Kita berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan lebih meriah di masa mendatang,” harap Eko Sutrisno dengan penuh optimisme.

Harapan ini bukan angan-angan kosong. Di berbagai daerah di Indonesia, festival budaya yang dikelola dengan baik telah terbukti menjadi magnet wisata yang kuat, penggerak UMKM yang efektif, dan identitas daerah yang priceless — tidak ternilai harganya dalam membangun citra dan kebanggaan suatu wilayah. Kampar Kiri, dengan kekayaan budaya dan potensi kreatif yang dimilikinya, memiliki semua modal untuk menjadi salah satu destinasi budaya terkemuka di Provinsi Riau.

Festival Kreatif Lipat Kain tahun ini hadir dengan rangkaian kegiatan yang kaya dan beragam, dirancang untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang. Pertunjukan seni budaya yang memukau menampilkan kekayaan tradisi Kampar yang masih terjaga kemurniannya — tarian adat, musik tradisional, dan atraksi budaya yang memanjakan mata sekaligus menggugah rasa bangga terhadap warisan leluhur.

Pameran produk UMKM menjadi salah satu daya tarik utama yang menghadirkan deretan produk-produk kreatif dan inovatif dari tangan-tangan terampil masyarakat Lipat Kain. Para pengunjung dibuat takjub dengan beragam produk berkualitas yang ternyata lahir dari kreativitas lokal yang selama ini kerap dipandang sebelah mata.

Lomba-lomba tradisional yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat menambah semarak suasana festival. Tawa riang anak-anak, sorak sorai penonton, dan semangat kompetisi yang sehat menciptakan atmosfer kebersamaan yang hangat dan penuh kegembiraan — sebuah pemandangan yang mempertegas bahwa budaya bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang kebahagiaan yang hidup di masa kini.

Di balik gemerlap festival, ada pesan mendalam yang ingin disampaikan kepada generasi muda Kampar Kiri — bahwa mereka adalah pewaris dari sebuah kekayaan yang tak ternilai. Budaya bukan beban yang harus dipikul dengan terpaksa, melainkan mahkota yang harus dikenakan dengan bangga. Di tangan merekalah nasib dari ribuan tahun tradisi, kearifan lokal, dan identitas Kampar akan ditentukan.

Festival Kreatif Lipat Kain adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan — tempat di mana nilai-nilai budaya leluhur bertemu dengan semangat inovasi generasi baru. Di sinilah nenek moyang berbicara kepada cucu-cicitnya melalui bahasa tari, musik, dan seni yang melampaui batas waktu.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, semangat wakil rakyat seperti Eko Sutrisno yang terus mendorong dari depan, dan tekad masyarakat Lipat Kain yang tidak pernah padam, Festival Kreatif Lipat Kain diyakini akan terus tumbuh menjadi agenda tahunan yang semakin besar, semakin meriah, dan semakin berdampak — bukan hanya untuk Kampar Kiri, tetapi untuk seluruh Kabupaten Kampar dan Provinsi Riau. (Adv)

Leave A Reply

Your email address will not be published.