Fakta Nusantara Raya
Portal Berita Fakta Nusantara Raya

Ngabuburit Sambil Gowes di Wisata Waduk Tempuran Blora

0 76

Faktanusantararaya.com bengkalis-Sebagai wujud rasa syukur bahwa kita akan bertemu bulan Ramadan 1444 H/2023 para anggota Klub Sepeda Pancal BJJ yang komandani oleh H.Soedadyo melaksanakan kegiatan sepeda santai menuju ke tempat wisata waduk Tempuran Indah, di Desa Tempuran, Kabupaten Blora, Rabu (22/3/2023).

Kegiatan itu sekaligus mempromosikan lokasi ngabuburit dan kuliner di Blora dalam semarak bulan Ramadan. Peserta start dari Lapangan Kridosono diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan kegiatan bersepeda santai.

Semangat yang membara dan suasana guyub rukun tercipta selama dalam perjalanan. Sekitar 40 menit peserta goes sudah sampai di tempat wisata.

Pemandangan nan indah dan udara segar terasa seperti tempat wisata menjajikan dan membuat betah berada di waduk Tempuran. Beberapa rumah makan yang menawarkan berbagai macam jenis masakan ikan air tawar khas Tempuran.

Wisatawan juga bisa menikmati keindahan dan keunikan berkeliling ke waduk tempuran dengan naik perahu.

Ada salah satu peserta bernama bu Agung yang menyeletuk saat bercada bahwa di waduk tempuran ini sangat cocok untuk wisata keluarga sambil untuk proses ke MK (Mendinginkan Kepala) di saat mengalami kejenuhan hidup.

Lain halnya komentar Sudarmono mantan Danramil bahwa di waduk Tempuran sangat mendukung untuk tempat MK (Memadu Kasih) bagi generasi milenia dan generasi Keren (kelompok retan) yang berjiwa muda karena tempatnya rindang,sejuk, damai dan pemandangan indah dengan terbentangnya alam persawahan serta aneka pepohonan yang mengelilingi waduk Tempuran.

Sambil menunggu tersajinya hidangan makanan masakan ikan tawar,  H.Soedadyo mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja Tranmigrasi dan Sosial Kabupaten Blora dimanfaatkan waktu yang tersedia untuk memberikan pencerahan kepada para anggota sepeda santai dalam menyambut datangnya bulan Ramadan 1444 H.

Ia mengawali tausiahnya dengan ungkapan mestinya kita patut bersyukur kepada Allah karena sebentar lagi kita masih diberikan kesempatan untuk menikmati bulan Ramadan.

Sebagai umat muslim dengan datangnya bulan Ramadan kita harus memperlihatkan penuh antusias, kegembiraan,baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia.

Karena bulan Ramadan memiliki keutamaan yang sangat besar bila dibandingkan dengan bulan bulan yang lain.

Salah satu bentuk kegembiraan yang harus kita perlihatkan ketika hendak memasuki bulan Ramadan adalah dengan mengucapkan Marhaban ya Ramadan atau selamat datang Ramadan. Gembira dengan datangnya bulan Ramadan tidak cukup hanya dengan diucapkan, tetapi perlu kita buktikan secara nyata.

Oleh karena itu, sebagai tanda gembira sebelum Ramadan tiba kita sudah harus mempersiapkan diri untuk membersihkan jiwa dari noda dan dosa serta memantapkan tekad yang membaja untuk melawan hawa nafsu.

Ada 5M yang harus dihindari di dalam kehidupan ini. Tindakan tersebut sebagai upaya dalam mengendalikan diri untuk membersihkan hati di bulan Ramadan.

“Dulu kita sering mendengarkan pitutur dari Nenek moyang kita tentang Mo lima lima hal yang berkonotasi negatif,” ucapnya.

Yaitu Madon, Medem, Maling, Main dan Madat (Main perempuan, Mabuk,Mencuri, Judi dan narkoba).

Namun yang dimaksud 5 M disini adalah lima sikap/tindakan yang harus dieliminir dalam pergaulan hidup sehari-hari di masyarakat adalah sebagai berikut:

Satu, merasa dirinya paling benar baik dalam tindakan, ideanya, keputusannya, maupun segala ucapannya sehingga ada keyakinan dalam dirinya bahwa orang lain dianggap salah.

Dua, merasa dirinya paling baik, walaupun ia suka curang, mencela orang lain, munafik dan mulutnya suka berkata kotor serta tindakannya selalu berbuat maksiat dan batil. Tiga, merasa dirinya paling pintar dan orang lain dianggap bodoh, dungu atau bebal.

Sikapnya kurang menghargahi pendapat orang lain, cenderung egois dan cuek merasa sok pinter kurang peduli dengan kehidupan orang lain.

Empat, merasa tidak pernah berdosa besar dan akherat tidak begitu diyakini. Ia selalu mengikuti aliran atau pendapat bahwa masa muda untuk berfoya foya, masa tua kaya raya dan mati masuk surga.

Lima, merasa dirinya jago sedekah/kepyur/berbagi dan mengagap dirinya seorang dermawan yang suka pamer menjadi orang yang paling getol membagi bantuan.

Sementara mengagap orang lain pelit dan tidak punya kepekaan kepada orang yang kurang beruntung.

Sebelum mengakhiri wejangan H.Soedadyo menjelaskan tentang Ramadan yang memilik magna membakar atau mengasah. Disebut membakar karena dalam bulan Ramadan dosa dosa orang umat muslim akan dibakar habis.

“Sedang Ramadan berarti mengasah karena dalam bulan inilah jiwa manusia diasah dan diasuh kembali sehingga manusia tidak lagi sombong bin mlete dan tidak tunduk pada hawa nafsu serta mementingkan dirinya sendiri,” ucapnya.

Ia mengakhiri pembicaraan dengan membacakan hadist Riwayat Buchori, Rasul bersabda bukan golongan kami orang yang suka mencela,suka melaknat dan suka mulutnya berkata kotor.Selanjutnya bukan golongan kami orang yang suka berlaku curan (HR Abu Daud).

Selesai tausiah dilanjutkan makan bersama ala empat sehat lima sempurna baru kali ini kita merasakan nikmatnya makan bersama di wisata waduk Tempuran Indah semoga kita termasuk orang orang pandai bersyukur dan orang orang yang selalu senang dengan datangnya bulan Ramadan.

“Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1444H. Saatnya bersihkan jiwa dari segala dosa untuk kembali fitrah meraih berkah,” ucapnya. (Adm)

Leave A Reply

Your email address will not be published.