Fakta Nusantara Raya
Portal Berita Fakta Nusantara Raya

KNPI Riau Gandeng Partai Perindo Perjuangkan Nasib Petani Kelapa Sawit

0 103
KARHUTLA ROHIL

Faktanusantararaya.com, PEKANBARU– Induk Organisasi Kepemudaan (OKP) tertua dan terbesar di Republik ini ikut menyorot soal Anjloknya Harga Tandan Buah Segar (TBS) di Wilayah Provinsi Riau.

Pasalnya, walaupun sudah banyak Elemen Organisasi yang khusus memperhatikan kondisi perkelapasawitan, tidak serta merta membuat kondisi tersebut menjadi stabil.

Itulah yang membuat Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tingkat I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau angkat bicara terkait persoalan tersebut.

Menggandeng Partai Persatuan Indonesia (Perindo), DPD KNPI Provinsi Riau pastikan, bahwa suara perjuangan tersebut segera tersampaikan, mengingat Partai Perindo salah satu Partai yang dekat dengan Pemerintah Pusat saat ini.

Bertempat di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Provinsi Riau, hari ini Senin (8/5/2023) Larshen Yunus jelaskan bahwa pihaknya dari unsur Kepemudaan segera menggelar aksi Perlawanan atas Anjloknya harga TBS saat ini, padahal disatu sisi KNPI melihat Riau sebagai Wilayah penghasil terbesar Komoditas Kelapa Sawit.

“Inilah yang aneh di Negeri kita! Wabbil khusus di Wilayah Provinsi Riau. Walaupun Kaya akan Komoditas Kelapa Sawitnya, tetapi justru tidak berdaya dengan kekuatan Oligarki.

Campur tangan Kelompok Kapitalis sangat kental, hingga akhirnya kita tetap saja manut dengan sistim maupun aturan yang tidak adil seperti itu.

Pokoknya terkait Kelapa Sawit, Republik ini Wallahuallam Bissawab” ungkap Larshen Yunus.

Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu tegaskan, bahwa kondisi tersebut wajib di Suarakan.

Jangan sampai Indonesia maupun Riau sebagai Penghasil terbesar, justru pasrah dengan Regulasi seperti itu. Pemerintah Pusat diminta dapat lebih tegas lagi, bila perlu diputus saja terkait Hubungan Kerjasama dibidang Perkelapa sawitan dengan negara-negara yang lain.

“Sebagai anak Jati Riau, kami sangat prihatin melihat kondisi saat ini. Para Petani Kelapa Sawit Menjerit, guling-guling dipasir, Tangis Darah akibat Drastisnya penurunan TBS maupun CPO saat ini. Sementara disatu sisi, justru diketahui Negara Non Sawit yang mengatur Regulasi tersebut. Ini apa maksudnya coba?” tanya Larshen Yunus.

Hingga berita ini dimuat, DPD KNPI Provinsi Riau bergegas menyiapkan berkas untuk Menyurati siapa-siapa saja yang terlibat, kelompok-kelompok mana saja yang terbukti melakukan Aksi Monopoli terhadap kondisi tersebut.

TBS dan CPO harus Stabil. Semangat Nasionalisasi terhadap Produk tersebut harus digesa. Pemerintah jangan mau kalah dengan para Mafia.

“Ayo Pemuda Riau! mari bergegas. Kita Rebut Kedaulatan atas Penetapan Harga TBS maupun CPO di Negeri ini. Berkas Perlawanan akan kami titipkan sama Ketua DPW Partai Perindo Provinsi Riau. Sebagaimana Tagline dari Partai Besutan Ketum Hary Tanoesoedibjo itu, bahwa Indonesia Harus Sejahtera.

Tolong kami Kakanda Ketua Sayed Abubakar Abdullah Assegaf. Bersama Partai Perindo, KNPI Provinsi Riau ikhtiar memperjuangkan Nasib Petani Kelapa Sawit” akhir Larshen Yunus, seraya menutup pernyataan persnya. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.